ARJASA-Hujan deras yang berlangsung selama sehari semalam di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean membuat daerah kepulauan itu dikepung banjir, kemarin (16/2). Akibatnya, aktivitas warga terganggu. Pasalnya, sejumlah ruas jalan di Kecamatan Arjasa digenangi air bah setinggi satu meter. Bahkan, air hujan tersebut juga meluap hingga ke rumah warga. Parahnya lagi, ratusan hektare tanaman padi milik petani terancam gagal panen karena terendam luapan air yang berasal dari sungai desa.
Pantauan Forum Silas, sejumlah
ruas jalan poros maupun jalan desa di Kecamatan Arjasa, genangan air
hingga setinggi satu meter, terutama di lokasi dekat sungai. Lokasi
banjir yang paling parah di antaranya, terjadi di Dusun Timur Sawah,
Desa Arjasa; Dusun Telaga, Desa Sambakati; Dusun Ngumber dan Dusun
Binteng, Desa Bilis-Bilis, serta di ruas jalan raya Ngumber dan Batu
Guluk, jalan raya Dusun Nebung, Dusun Soksok, dan juga Dusun Celgung,
Desa Angkatan.
Diduga kuat penyebab terjadinya banjir
karena durasi hujan yang cukup lama serta saluran air dan sungai di
lokasi itu terlalu dangkal dan sempit. Hal itu diperparah dengan ba
nyaknya warga yang membuang sampah sembarangan. Se hingga, tidak
memungkinkan menampung debit air yang datang dari berbagai arah. Salah
satu petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengairan Arjasa, Rahman Safa
membenarkan, banjir terjadi karena faktor cuaca.
Yakni, durasi hujan yang sangat lama,
sementara sungai yang ada terlalu dangkal dan sempit. Diakuinya, saat
pihaknya hendak melakukan pelebaran atau penambahan saluran air
selalu mengalami kesulitan, karena harus berbenturan de ngan
warga setempat. Itu terjadi karena semua warga merasa keberatan ketika
sebagian tanahnya dijadikan saluran air. ”Khusus di Dusun Timur Sawah,
Desa Arjasa, sebelumnya kami sudah menduga akan terjadi banjir di
lokasi itu, karena saluran air yang ada tidak bisa menampung air
yang datang, terutama ketika hujan deras turun,” ujarnya.
Kepala Desa Arjasa, Nurul Anwar
mengatakan, setelah melihat langsung banjir yang melanda sebagian
desanya, dia mengaku siap untuk membantu UPT Pengairan
melakukan pelebaran saluran. Terutama menyangkut pembebasan lahan milik
warganya. ”Saya siap mengomunikasikan masalah ini dengan warga, saya
sudah menyaksikan langsung bagaimana banjir bisa terjadi. Ini kan
menyangkut kepentingan warga juga,” timpalnya.
Selain itu, Nono -sapaan akrab Nurul
Anwar- berharap kepala desa yang lain juga melakukan hal yang sama.
Sehingga, penyebab terjadinya banjir selama ini bisa terpecahkan. ”Saya
harap, kepala desa yang lain juga menyadari hal
ini,” pungkasnya. Terpisah, Camat Arjasa, Purwo Edi Prawito meminta
warganya tidak terlalu panik dengan banjir tersebut. Sebab, tidak akan
berlangsung lama. ”Barangkali satu, dua hari air menyusut,” singkatnya.
Redaktur : PA

0 opmerkings:
Plaas 'n opmerking