Forum Silaturrahim Masyarakat Kepulauan Sumenep


Home » » Kecamatan Arjasa Terendam Banjir

Kecamatan Arjasa Terendam Banjir

Written By Forum Silas on Sondag 17 Maart 2013 | 13:11


Bajir/ilustrasi

ARJASA-Hujan deras yang berlangsung selama sehari semalam di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean membuat daerah kepulauan itu dikepung banjir, kemarin (16/2). Akibatnya, aktivitas warga terganggu. Pasalnya, sejumlah ruas jalan di Kecamatan Arjasa digenangi air bah setinggi satu meter. Bahkan, air hujan tersebut juga meluap hingga ke rumah warga. Parahnya lagi, ratusan hektare tanaman padi milik petani terancam gagal panen karena terendam luapan air yang berasal dari sungai desa.

Pantauan Forum Silas, sejumlah ruas jalan poros maupun jalan desa di Kecamatan Arjasa, genangan air hingga setinggi satu meter, terutama di lokasi dekat sungai. Lokasi banjir yang paling parah di antaranya, terjadi di Dusun Timur Sawah, Desa Arjasa; Dusun Telaga, Desa Sambakati; Dusun Ngumber dan Dusun Binteng, Desa Bilis-Bilis, serta di ruas jalan raya Ngumber dan Batu Guluk, jalan raya Dusun Nebung, Dusun Soksok, dan juga Dusun Celgung, Desa Angkatan.

Diduga kuat penyebab terjadinya banjir karena durasi hujan yang cukup lama serta saluran air dan sungai di lokasi itu terlalu dangkal dan sempit. Hal itu diperparah dengan ba nyaknya warga yang membuang sampah sembarangan. Se hingga, tidak memungkinkan menampung debit air yang datang dari berbagai arah. Salah satu petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengairan Arjasa, Rahman Safa membenarkan, banjir terjadi karena faktor cuaca.

Yakni, durasi hujan yang sangat lama, sementara sungai yang ada terlalu dangkal dan sempit. Diakuinya, saat pihaknya hendak melakukan pelebaran atau penambahan saluran air selalu mengalami kesulitan, karena harus berbenturan de ngan warga setempat. Itu terjadi karena semua warga merasa keberatan ketika sebagian tanahnya dijadikan saluran air. ”Khusus di Dusun Timur Sawah, Desa Arjasa, sebelumnya kami sudah menduga akan terjadi banjir di lokasi itu, karena saluran air yang ada tidak bisa menampung air yang datang, terutama ketika hujan deras turun,” ujarnya.

Kepala Desa Arjasa, Nurul Anwar mengatakan, setelah melihat langsung banjir yang melanda sebagian desanya, dia mengaku siap untuk membantu UPT Pengairan melakukan pelebaran saluran. Terutama menyangkut pembebasan lahan milik warganya. ”Saya siap mengomunikasikan masalah ini dengan warga, saya sudah menyaksikan langsung bagaimana banjir bisa terjadi. Ini kan menyangkut kepentingan warga juga,” timpalnya.
Selain itu, Nono -sapaan akrab Nurul Anwar- berharap kepala desa yang lain juga melakukan hal yang sama. Sehingga, penyebab terjadinya banjir selama ini bisa terpecahkan. ”Saya harap, kepala desa yang lain juga menyadari hal ini,” pungkasnya. Terpisah, Camat Arjasa, Purwo Edi Prawito meminta warganya tidak terlalu panik dengan banjir tersebut. Sebab, tidak akan berlangsung lama. ”Barangkali satu, dua hari air menyusut,” singkatnya.

Redaktur : PA
Share this article :

0 opmerkings:

Plaas 'n opmerking

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. FORUM SILAS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger