![]() |
| Warga terpaksa membuang sampah ke pinggir laut karena tidak tersedia TPAS |
Sapeken -Sudah menjadi kebiasaan
bagi warga Sapeken membuang sampah sembarangan di sekitar pantai.
Akibatnya, sampah tersebut mengganggu pemandangan pulau yang terletak di
ujung timur pulau Kangean. Selain itu, juga mengancam dan
mencemari ekosistem habitat laut. Bahkan, sampahsampah tersebut juga
mengganggu pertumbuhan karang yang ada di sekitarnya. Pantauan Forum Silas, tumpukan sampah tersebut nyaris memenuhi sepanjang pantai
Pulau Sapeken.
Terparah, sampah menumpuk di sisi barat
dan selatan pantai pulau. Di dua lokasi itu tumpukan sampah
sangat mengganggu, dan tak sedikit pengunjung yang mengeluh. Seperti
yang dikeluhkan Darsono, 35, salah seorang pelaut asal Banyuwangi.
Dirinya mengaku terlebih dulu harus menerobos tumpukan sampah di
sepanjang pantai pulau saat hendak mendarat di Pulau Sapeken.
”Saya selalu kesulitan
untuk menyandarkan perahu, karena terlalu banyaknya sampah yang memenuhi
pantai,” ungkap Darsono saat ditemui Forum Silas, (10/3/13. Darsono juga menceritakan, tumpukan sampah yang
ada sudah menyebar di sekitar laut dan mengancam ekosistem laut. Karena
menurutnya, sering kali dirinya menemukan sampah yang menempel di
terumbu karang pada saat menyelam. Akibatnya, pertumbuhan terumbu karang
yang ada menjadi terganggu. Bahkan, sebagian ada yang mati
karena diselimuti sampah.
”Pada gilirannya, ikan-ikan yang biasa
keluar masuk karang terganggu dan akhirnya menjauh, bahkan berpindah
tempat,” paparnya. Sementara itu, Ali, salah seorang warga Sapeken
mengatakan, sudah menjadi kebiasaan bagi warga Sapeken membuang sampah
ke tengah laut. ”Semua warga Sapeken sudah sewajarnya membuang sampah ke
laut, karena dari dulu tidak ada tempat sampah yang tersedia. Selain
itu, tidak ada upaya dari pemerintah setempat untuk menyediakan tempat
pembuangan akhir,” pungkasnya.
Redaktur : PA

0 opmerkings:
Plaas 'n opmerking