Forum Silaturrahim Masyarakat Kepulauan Sumenep


HEADLINE
Dinamika Awal Pendirian
more
1 2 3 4 5
Aangedryf deur Blogger.

Latest Post

Petani Arjasa Mendapat Bantuan Pestisida

Written By Forum Silas on Maandag 18 Maart 2013 | 07:40

Para petani sedang melindungi padinya dari serangan hama dengan memberi Pestisida

Arjasa - Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Disperta) Kabupaten Sumenep, memberikan bantuan 50 liter pestisida kepada petani di Kecamatan Arjasa (Pulau Kangean), yang tanaman padinya diserang hama ganas.

Hama tersebut menyerang tanaman padi di Desa Angon-angon, Gelaman, Kolo-kolo, Desa Buddi, Angkatan, dan Sawah Sumur, Kecamatan Arjasa (Pulau Kangean).

Kepala Dinas Pertanian dan Tanamanan Pangan Kabupaten Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto, M.Si mengatakan, bantuan itu diberikan setelah mendapat laporan dari petani di Kecamatan Arjasa (Pulau Kangean).

“Kami tidak mau hama tersebut merusak seluruh tanaman padi di Arjasa. Makanya, bantuan 50 liter pestisida langsung dikucurkan pada petani setempat,”katanya.

Selain itu, Disperta juga memberikan bantuan obat nordox sebanyak 30 gram.

“Ini langkah awal untuk mencegah semakin meluasnya hama yang menyerang tanaman padi di kepulauan. Hanya saja, bantuan tersebut difokuskan bagi petani yang tanamannya diserang hama,”terangnya.

Bambang berharap, dengan bantuan obat tersebut, hama yang menyerang tanaman padi di Arjasa bisa dihentikan sehingga para petani tidak mengalami kerugian materi.

“Semoga hama itu bisa terselesaikan dengan obat yang telah kami berikan,”ungkapnya penuh harap.

Redaktur : PA

Warga Sapeken Butuh TPAS

Written By Forum Silas on Sondag 17 Maart 2013 | 18:57

Warga terpaksa membuang sampah ke pinggir laut karena tidak tersedia TPAS
Sapeken -Sudah menjadi kebiasaan bagi warga Sapeken membuang sampah sembarangan di sekitar pantai. Akibatnya, sampah tersebut mengganggu pemandangan pulau yang terletak di ujung timur pulau Kangean. Selain itu, juga mengancam dan mencemari ekosistem habitat laut. Bahkan, sampahsampah tersebut juga mengganggu pertumbuhan karang yang ada di sekitarnya. Pantauan Forum Silas, tumpukan sampah tersebut nyaris memenuhi sepanjang pantai Pulau Sapeken.

Terparah, sampah menumpuk di sisi barat dan selatan pantai pulau. Di dua lokasi itu tumpukan sampah sangat mengganggu, dan tak sedikit pengunjung yang mengeluh. Seperti yang dikeluhkan Darsono, 35, salah seorang pelaut asal Banyuwangi. Dirinya mengaku terlebih dulu harus menerobos tumpukan sampah di sepanjang pantai pulau saat hendak mendarat di Pulau Sapeken.

”Saya selalu kesulitan untuk menyandarkan perahu, karena terlalu banyaknya sampah yang memenuhi pantai,” ungkap Darsono saat ditemui Forum Silas, (10/3/13. Darsono juga menceritakan, tumpukan sampah yang ada sudah menyebar di sekitar laut dan mengancam ekosistem laut. Karena menurutnya, sering kali dirinya menemukan sampah yang menempel di terumbu karang pada saat menyelam. Akibatnya, pertumbuhan terumbu karang yang ada menjadi terganggu. Bahkan, sebagian ada yang mati karena diselimuti sampah.

”Pada gilirannya, ikan-ikan yang biasa keluar masuk karang terganggu dan akhirnya menjauh, bahkan berpindah tempat,” paparnya. Sementara itu, Ali, salah seorang warga Sapeken mengatakan, sudah menjadi kebiasaan bagi warga Sapeken membuang sampah ke tengah laut. ”Semua warga Sapeken sudah sewajarnya membuang sampah ke laut, karena dari dulu tidak ada tempat sampah yang tersedia. Selain itu, tidak ada upaya dari pemerintah setempat untuk menyediakan tempat pembuangan akhir,” pungkasnya. 

Redaktur : PA


Forum SILAS Mempersiapkan Mubes II

Pengurus Forum Silas merapat di Kafe JBL dalam rangka mempersiapkan  Mubes II

Sumenep - Forum SILAS memiliki semangat tinggi untuk membangun masyarakat kepulauan Sumenep yang selalu dimarginalkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep.  Samangat tinggi tersebut terlihat saat pengurus Forum SILAS merapat di Kafe JBL Sumenep.  Tujuan merapatnya Pengurus Forum SILAS dalam rangka mempersiapkan dirinya untuk melaksanakan Mubes II. Ada beberapa hal yang dimusyarahkan dalam pertemuan tersebut, yaitu penyampaian visi, misi, suksesi Mubes II, laporan tahapan kerja awal, pemetaan rangkaian kegiatan, job description/pembagian tugas, dan target sumber dana.

“Tujuan kami adalah mempersiakan Mubes II Forum SILAS yang akan dilaksanakan 7 April 2013,” kata Ketua SILAS, Yazid Rahman di Lantai II Kafe JBL Jl. Asoka Kolor Sumenep. (17/3/13).

Mubes II yang direncanakan ditempatkan di Graha Adipoday tersebut akan dihadiri oleh perwakilan-perwakilan masyarakat kepulauan se-Sumenep dan tokoh-tokoh daratan Sumenep serta  tokoh-tokoh regional dan nasional.

“Mubes II nanti akan dihadiri oleh perwakilan teman-teman dari  sembilan kepualan dan teman-teman daratan. Kami juga telah mengundang beberapa narasumber,  yaitu Kapolda Jatim, Menteri Negara BUMN, Said Abdullah, Pak D Zawi, DR Daniel, Malik Affedi  dan lainnya,” Tambah Yazid.

Ditanya mengenai dana, Yazid mengatakan bahwa dana yang akan digunakan Mubes II itu masih belum  ada, namun dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyukseskan acara Mubes tersebut. “Untuk dana belum ada, namaun kami akan bersusaha untuk menyukseskan acara kebutuhan masyarakat kepulauan  Suemenp ini, mudah-mudahan masih ada teman-teman lain yang ingin bersama kami untuk membangun kepulauan, ” pungkas Yazid.(Aw)

Redaktur : PA

Pulau Sapudi

Peta Pulau Sapudi


Sapudi - Zaman purbakala pulau ini diperintah oleh seorang Bupati yang diberi gelaran Panembahan (Adipoday) ayah dari Joko Tole. la punya kuburan sehingga sekarang dikeramat-keramat oleh orang seluruh kepulauan Madura dan daerah Besuki. Rupa-rupa cerita ada yang berupa apa yang disebutkan ” legenda ” yang dibicarakan dikalangan Rakyat didaerah-daerah yang tersebut diatas. Pulau-pulau yang dekat dengan pulau Sapudi ialah : Raas, Keramian (dekat Kalimantan), Salembu (sa = nusa = tempat), Guwa-Guwa dan lain-lain pulau kecil-kecil.

Pulau Sapudi tersohor sumbernya sapi. Sapi yang tiap-tiap tahun dikeluarkan dari itu pulau tidak seimbang apabila dibanding dengan keadaan dan luasnya itu pulau. Menurut kepercayaan orang, keadaan yang demikian itu, disebabkan oleh sesuatu sumber yang dibikin oleh Adipoday, yang melekat dihati rakyat sebagai pemimpin rakyat yang sejati yang tetap peraturan-peraturannya didalam memelihara sapi dan bercocok tanam dijalankan sehingga sekarang dengan orang tidak berani merubahnya. Penduduk dari itu kepulauan tersohor (di Madura) sebagai pelaut yang ulung dan berani sehingga dengan perahu kecilnya berlayar kedaerah-daerah Tiongkok dan Singapura, terutama penduduk dari pulau Raas.

Juga orang-orang Raas dapat tahan lama menahan napasnya tidak dengan memakai perkakas untuk berenang mengambil akar bahar, mutiara dan lain-lain hasil laut dari dasarnya lautan. Hasil-hasil dari itu kepuluhan jalah kopra dan lembu. Lain-lain kepulauan didaerah-daerah Sumenep tidak diceritakan, hanya dapat kami sebutkan, bahwa daerah Kabupaten Sumenep apabila dibandingkan dengan lain-lain daerah dikepulauan Madura, oleh karena pulau-pulau kecil-kccil disekitarnya adalah yang terbesar didalam arti hasil buminya perdagangannya, pemutaran perekonomiannya ditambah pula dengan adanya perusahaan garam yang terbesar diseluruh Indonesia.

Pulau Sapudi awalnya memiliki satu kecamatan yaitu Kecamatan Gayam. Namun karena penduduknya semakin banyak, dibentuklah kecamatan baru yaitu Kecamatan Nonggunong


Kecamatan Gayam
Luas Wilayah 88,398873 Km2 (4,22% dari luas Kabupaten Sumenep). Luas wilayah Kecamatan  Gayam sebesar 69,78% dari Luas Pulau Sapudi yaitu 126,686257 Km2. Jumlah desa yang terdapat di Pulau Sapudi seluruhnya 18 desa (sebagaimana data Kecamatan Gayam dan Kecamatan Nonggunong). Luas wilayah menurut penggunaannya terbagi menjadi 2 bagian yaitu lahan sawah (terdiri dari sawah irigasi dan tadah hujan) dan lahan kering (terdiri dari bangunan,halaman sekitar; tegal, kebun ladang; lainnya) masing-masing luasnya 4,698 Km² (5,31%) dan 83,701 Km² (94,69%).

Jumlah Desa di Kecamatan Gayam ada 10 Desa, terdiri dari Gayam, Prambanan, Gendang Timur, Gendang Barat, Tarebung, Kaloang, Jambuir Nyamplong, Karang Tengah, dan Pancor.
Batas-batas Wilayah, sebelah Utara berabatasan dengan Kecamatan Nonggunong, Selatan  berbatasan dengan Selat Madura, Timur berbatasan dengan Selat Raas, dan Sebelah Barat berbaatasan dengan Selat Sapudi.

Jumlah Penduduk Kecamatan Nonggunong 35.155 jiwa. Laki - laki berjumlah 16.729 jiwa (47,59%), perempuan berjumlah 18.426 jiwa (52,41%). Rasio Jenis Kelamin yaitu 90,79%. Kepadatan Penduduk : 397,68 jiwa/Km2.

Kecamatan Nonggunong
Luas Wilayah 40,079960 Km2 (1,91% dari Luas Kabupaten Sumenep). Luas wilayah menurut penggunaannya terbagi menjadi 2 bagian yaitu lahan sawah (terdiri dari sawah irigasi dan tadah hujan) dan lahan kering (terdiri dari bangunan,halaman sekitar; tegal, kebun ladang; lainnya) masing-masing luasnya 0,9420 Km² (2,35%) dan 39,1380 Km² (97,65%).

Jumlah Desa ada 8 Desa, terdiri dari  Sumber, Nonggunong, Tana Merah, Talaga, Rosong, Sokarami Paseser, Sokarami Timur, dan Sonok.

Kecamatan Nonggunong memiliki 2 pulau yaitu 1) Pulau Payangan. Luas pulau 1,044768 Km2 (2,62% dari luas Kecamatan Nonggunong). Pulau Payangan masuk Desa Nonggunong Kecamatan Nonggunong, 2) Pulau Manuk/Bulumanok. Luas pulau yaitu 0,747808 Km2 (1,87% dari luas Kecamatan Nonggunong). Pulau Manuk/Bulumanuk masuk Desa Sonok Kecamatan Nonggunong.

Batas-batas Wilayah, Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Madura,sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Ra’as, sebelah Timur berbatasan denganKecamatan Gayam, dan sebelah Barat berbatasan dengan Selat Sapudi.

Jumlah Penduduk Kecamatan Nonggunong 14.255 jiwa. Laki – laki 6.796 jiwa (47,98%), perempuan 7.458 jiwa (52,02%), rasio jenis kelamin 91,12%.  Kepadatan Penduduk 355,66 jiwa/Km2.

Oleh : Pusawi Adijaya
Redaktur : PA

Kecamatan Arjasa Terendam Banjir


Bajir/ilustrasi

ARJASA-Hujan deras yang berlangsung selama sehari semalam di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean membuat daerah kepulauan itu dikepung banjir, kemarin (16/2). Akibatnya, aktivitas warga terganggu. Pasalnya, sejumlah ruas jalan di Kecamatan Arjasa digenangi air bah setinggi satu meter. Bahkan, air hujan tersebut juga meluap hingga ke rumah warga. Parahnya lagi, ratusan hektare tanaman padi milik petani terancam gagal panen karena terendam luapan air yang berasal dari sungai desa.

Pantauan Forum Silas, sejumlah ruas jalan poros maupun jalan desa di Kecamatan Arjasa, genangan air hingga setinggi satu meter, terutama di lokasi dekat sungai. Lokasi banjir yang paling parah di antaranya, terjadi di Dusun Timur Sawah, Desa Arjasa; Dusun Telaga, Desa Sambakati; Dusun Ngumber dan Dusun Binteng, Desa Bilis-Bilis, serta di ruas jalan raya Ngumber dan Batu Guluk, jalan raya Dusun Nebung, Dusun Soksok, dan juga Dusun Celgung, Desa Angkatan.

Diduga kuat penyebab terjadinya banjir karena durasi hujan yang cukup lama serta saluran air dan sungai di lokasi itu terlalu dangkal dan sempit. Hal itu diperparah dengan ba nyaknya warga yang membuang sampah sembarangan. Se hingga, tidak memungkinkan menampung debit air yang datang dari berbagai arah. Salah satu petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengairan Arjasa, Rahman Safa membenarkan, banjir terjadi karena faktor cuaca.

Yakni, durasi hujan yang sangat lama, sementara sungai yang ada terlalu dangkal dan sempit. Diakuinya, saat pihaknya hendak melakukan pelebaran atau penambahan saluran air selalu mengalami kesulitan, karena harus berbenturan de ngan warga setempat. Itu terjadi karena semua warga merasa keberatan ketika sebagian tanahnya dijadikan saluran air. ”Khusus di Dusun Timur Sawah, Desa Arjasa, sebelumnya kami sudah menduga akan terjadi banjir di lokasi itu, karena saluran air yang ada tidak bisa menampung air yang datang, terutama ketika hujan deras turun,” ujarnya.

Kepala Desa Arjasa, Nurul Anwar mengatakan, setelah melihat langsung banjir yang melanda sebagian desanya, dia mengaku siap untuk membantu UPT Pengairan melakukan pelebaran saluran. Terutama menyangkut pembebasan lahan milik warganya. ”Saya siap mengomunikasikan masalah ini dengan warga, saya sudah menyaksikan langsung bagaimana banjir bisa terjadi. Ini kan menyangkut kepentingan warga juga,” timpalnya.
Selain itu, Nono -sapaan akrab Nurul Anwar- berharap kepala desa yang lain juga melakukan hal yang sama. Sehingga, penyebab terjadinya banjir selama ini bisa terpecahkan. ”Saya harap, kepala desa yang lain juga menyadari hal ini,” pungkasnya. Terpisah, Camat Arjasa, Purwo Edi Prawito meminta warganya tidak terlalu panik dengan banjir tersebut. Sebab, tidak akan berlangsung lama. ”Barangkali satu, dua hari air menyusut,” singkatnya.

Redaktur : PA

Dinamika Awal Pendirian Forum Silas

Written By Forum Silas on Saterdag 16 Maart 2013 | 19:11

Yazid Rahman (Ketua Forum Silas) mengalungkan bunga kepada Soekarwo (Gubernur Jatim)
Forum Silaturrahmi dan Musyawarah (Forum Silas) Masyarakat Kepulauan Sumenep digagas di tengah kegelisahan atas ketimpangan kebijakan, sementara aspirasi masyarakat terasa hanya menjadi komoditas politik para pemangku kebijakan yang tidak sungguh-sungguh berjuang. Agenda-agenda pembangunan yang muncul dari suara sejati masyarakat cenderung tidak didengar dan gampang diabaikan.

Kekayaan alam yang melimpah di kepulauan nyaris tidak bergandengan dengan kemakmuran masyarakatnya. Potensi perikanan dan migas kepulauan, misalnya, tidak secara otomatis mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat. Hal yang paling memprihatikan ketika kemiskinan masyarakat tak jarang tampak vulgar dan serampangan sebagai alat transaksi ala kartel melalui disain program yang berorientasi semu.

Demi menghindari suburnya sikap-sikap pembiaran dalam relasi rakyat dan kekuasaan, maka dengan semangat progresifnya anak-anak muda kepulauan mengambil prakarsa dan menginisiasi berdirinya suatu wadah bernama Forum Silas, yang nantinya diharapkan menjadi media berembuk dan berdiskusi untuk membangun gagasan-gagasan konstruktif-solutif di antara komponen masyarakat kepulauan.




Musyawarah Besar I

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. FORUM SILAS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger